aku merenung menunggu kepastian yang pada saat ini ku takyakin akan hal itu
aku merasa seakan terbunuh oleh waktu saat kau meninggalkan ku di tempat ini..
aku merasa di buang olehmu saat kau bersama yang lain,,.
semua orang mnyadari hal itu terkecuali dirimu seotang..
ku yakin kau paham dengan ini..
goes'tin
Senin, 19 Maret 2012
Rabu, 04 Januari 2012
puisiku...
Gantung
Aku adalah daun kering di tepi jalan
Terbang melayang dihempas debu…
Begitulah aku menunggumu tergantung begitu saja
Hingga nadiku berhenti..
Terhempas…
Tangisku berkecambuk
Menahan perihku ditepi hatiku yang sepi
Kasih…
Adakah rasa belasmu…
Melihatku terjerumus dilubang hatimu yang beku?
Karya: Ursula Christi Oktalia
Galau
Ku tak yakin akan hatimu yang rapuh
Oleh deburan ombak di pantai
Kuyakini dirimu bahwa akulah peri cintam yang setia menunggumu
Di tepian hatimu yang beku
Aku adalah kamu yang setiap saat menangis
Meratapi indahnya dunia cinta yang kau ciptakan
Hatimu adalah hatiku
Yang setiap kau terluka akan cinta yang kau gores
Kumerasakan perihnya hingga di lubuk yang paling dalam
Aku adalah kamu yang galau akan cinta yang kau nanti
Hatiku adalah kamu yang menjerit memanggil cinta yang pergi
Terbawa ombah di lautmu
Karya: Ursula Christi Oktalia
Terasing
Ku duduk termenung ditemani sinar matahari
Yang membekar setiap keping kulitku….
Suara itu….
Membangnkan lamunanku akan dirimu yang kunanti
Kini….
Aku menjadi terasing diantara ikan-ikan di lautmu
Karya: Ursula Christi Oktalia
Senin, 26 Desember 2011
Larangan Sembahyang di Pura Teluk Terima dengan Pacar
Pura Teluk Terima merupakan tempat jenazah Jayaprana dikubur. Konon, Jayaprana disuruh ke Pura Teluk Terima dengan Raja agar sang Raja dapat merebut kekasihnya yaitu Layonsari. Di Pura Teluk Terima tersebut Jayaprana dibunuh oleh Sang Raja. Setelah kepergian Jayaprana, Layonsari memutuskan untuk bunuh diri di Desa Kalianget, di mana Raja itu tinggal. Kisah cinta mereka kandas dengan kematian.
Akhirnya dengan kejadian tersebut, banyak mitos yang beredar bahwa pamali membawa pasangan yang belum menikah atau masih berpacaran pergi atau sembayang di Pura Teluk Terima. Tidak hanya itu saja, jika ada orang Buleleng menikah dengan orang Negara itu diharapkan pada saat melaku (pamitan) di rumah mempelai wanita, dilarang melewati pura tersebut dengan satu mobil. Jika pasangan tersebut disatukan dalam satu mobil maka pasangan tersebut akan berselisih paham atau hubungan yang mereka jalani tidak akan langgeng. Maka dari itu, jika ada orang yang menikah dari Buleleng ke Negara pasangan yang ada di mobil dipisahkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Jumat, 09 Desember 2011
christytin
hidup tidak akan selalu lurus, halus, dan indah
terkadang harus juga diwarnai dengan kelokan dan alas yang kasar
sehingga terlihat buruk
tetapi, itu juga bukan berarti kamu boleh menyerah begitu saja
maka berpeganglah erat-erat di tiap tikungannya agar jangan kau terpelanting
terkadang harus juga diwarnai dengan kelokan dan alas yang kasar
sehingga terlihat buruk
tetapi, itu juga bukan berarti kamu boleh menyerah begitu saja
maka berpeganglah erat-erat di tiap tikungannya agar jangan kau terpelanting
Langganan:
Komentar (Atom)