Senin, 26 Desember 2011

Larangan Sembahyang di Pura Teluk Terima dengan Pacar



            Pura Teluk Terima merupakan tempat jenazah Jayaprana dikubur. Konon,  Jayaprana disuruh ke Pura Teluk Terima dengan Raja agar sang Raja dapat merebut kekasihnya yaitu Layonsari. Di Pura Teluk Terima tersebut Jayaprana dibunuh oleh Sang Raja. Setelah kepergian Jayaprana, Layonsari memutuskan untuk bunuh diri di Desa Kalianget, di mana Raja itu tinggal. Kisah cinta mereka kandas dengan kematian.
            Akhirnya dengan kejadian tersebut, banyak mitos yang beredar bahwa pamali membawa pasangan yang belum menikah atau masih berpacaran pergi atau sembayang di Pura Teluk Terima. Tidak hanya itu saja, jika ada orang Buleleng menikah dengan orang Negara itu diharapkan pada saat melaku (pamitan) di rumah mempelai wanita, dilarang melewati pura tersebut dengan satu mobil. Jika pasangan tersebut disatukan dalam satu mobil maka pasangan tersebut akan berselisih paham atau hubungan yang mereka jalani tidak akan langgeng. Maka dari itu, jika ada orang yang menikah dari Buleleng ke Negara pasangan yang ada di mobil dipisahkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar